
Karbon di dalam beton Anda kini punya harga — tender dan CBAM menagihnya sebelum proyek dimulai.
Semen dan konstruksi adalah motor pembangunan Indonesia sekaligus salah satu sumber emisi industri terbesar — produksi semen menyumbang 7–8% emisi CO2 global, sebagian besar dari kalsinasi klinker yang tak bisa dihindari secara kimiawi. Karbon di sini bersifat 'embodied': tertanam di setiap sak semen dan setiap kubik beton. Kontraktor internasional, proyek berpendanaan hijau, dan tender pemerintah mulai mensyaratkan Environmental Product Declaration (EPD) dan data karbon terembodi. Yang tidak bisa menunjukkan jejak karbon materialnya tersingkir dari daftar pemasok — bukan karena kualitas, tetapi karena tidak punya angkanya.
Karbon terembodi adalah cermin efisiensi bahan bakar dan bahan baku. Setiap ton semen melepas sekitar 900 kg CO2 dan menyumbang 88% emisi campuran beton rata-rata — artinya panas kiln, rasio klinker, dan bahan bakar adalah pos biaya terbesar sekaligus sumber emisi terbesar secara bersamaan. Ketika karbon dipetakan per batch dan per proyek, terlihat kiln yang boros bahan bakar, rasio klinker yang bisa diturunkan dengan material substitusi, serta panas buang yang tak dimanfaatkan. Di sisi hilir, kontraktor yang tak punya data karbon tersingkir dari tender yang mensyaratkannya, dan menghadapi tagihan CBAM saat mengekspor produk semen.
rasio klinker tinggi dan panas buang yang tidak dimanfaatkan kembali
proyek & pendanaan hijau kini mewajibkan EPD dan data karbon terembodi
biaya per ton yang tergerus langsung dari margin
di lapangan, tidak pernah terlacak sebagai biaya karbon maupun biaya Rupiah
konsumsi bahan bakar kiln, rasio klinker, listrik, dan bill of material proyek — melalui onboarding Glyiv yang dipandu langkah demi langkah
mengikuti kerangka GHG Protocol & ISO 14064, dalam format yang bisa dipakai sebagai bahan awal penyusunan EPD — penerbitannya tetap oleh operator program EPD
data terlacak untuk dilampirkan ke dokumen tender dan negosiasi dengan kontraktor internasional — lembar data, bukan sertifikat
dasbor menandai kiln & batch paling boros, lalu sisa emisi yang sulit dipangkas ditutup sebagai kontribusi lewat offset pohon tertokenisasi
Global: EU CBAM 2026 secara eksplisit mencakup semen sebagai produk terdampak; permintaan EPD dan pengungkapan embodied carbon meningkat di rantai pasok konstruksi internasional dan pendanaan proyek hijau. Indonesia: Peraturan Presiden 98/2021 (Nilai Ekonomi Karbon), Bursa Karbon Indonesia, SNI green cement, kriteria Bangunan Gedung Hijau (Permen PUPR), serta arah green procurement pemerintah.
Modul industri berat masih tahap rancangan — kami membuka percakapan dengan calon mitra uji coba. Minta demo yang disesuaikan, atau whitepaper metodologi di bawah NDA.
Estimasi interaktif untuk industri ini — ubah angka aktivitas, lihat hotspot emisi, rekomendasi Agen AI, dan skenario offset. Faktor emisi bersumber & bisa diklik.
Produksi semen menyumbang 7–8% emisi CO2 global, sebagian besar dari kalsinasi klinker yang tak bisa dihindari secara kimiawi. Modul CIP untuk industri berat dirancang melacak karbon terembodi per ton semen dan per proyek. ⚠︎ Glyiv tidak menerbitkan EPD atau sertifikat apa pun, dan modul ini masih rancangan.