Glyiv
Investor & Aset Manajemen
Investor & Aset Manajemen
GlyivCIP › Investor & Aset Manajemen

Solusi Investor & Aset Manajemen

Portofolio Anda membawa jejak karbon yang belum pernah tampil di laporan bulanan — dan pemberi mandat sudah menanyakannya.

Coba estimasi sektor ini →Jadwalkan demo CIP
Kenapa ini penting

Karbon Anda kini urusan neraca.

Setiap saham dan obligasi dalam portofolio membawa emisi emitennya, dan pengungkapan itu kini menjadi tanggung jawab manajer aset (portfolio emissions / financed emissions). Investor institusi, dana pensiun, dan mandat ESG menyaring manajer aset berdasarkan kemampuan menyajikan angka tersebut di bawah kerangka IFRS S2. Emisi portofolio bukan sekadar isu reputasi — ia sinyal risiko: emiten karbon-intensif menghadapi tekanan regulasi, pajak karbon, dan risiko transisi yang menggerus valuasi. Manajer aset yang melacaknya lebih dulu tidak terkejut saat pertanyaannya datang.

app.glyiv.id/investor-aset-manajemen
Investor & Aset ManajemenLIVE
IFRS S2 berlaku
2024
Yurisdiksi adopsi ISSB
±40
tCO2e di IDXCarbon
908.000+
Ilustrasi produk · angka contoh
Biaya tersembunyi

Yang tak terlacak, diam-diam menggerus laba.

Karbon yang tidak terlacak adalah risiko valuasi yang tidak dihargai. Aset karbon-intensif dalam portofolio berisiko menjadi stranded — nilainya anjlok saat pajak karbon, CBAM, dan pergeseran permintaan menghantam emiten — namun tanpa data emisi, manajer aset tidak melihat konsentrasi risiko ini sampai terlambat. Bersamaan, dana kehilangan mandat dari investor institusi dan asing yang kini mensyaratkan pelaporan selaras IFRS S2 sebagai syarat masuk. Biaya greenwashing juga nyata: klaim 'hijau' tanpa data yang dapat diaudit mengundang sanksi regulator dan penarikan dana. Glyiv dirancang untuk menjadikan emisi portofolio lensa risiko yang terlacak — dasar untuk rebalancing berbasis data dan untuk melihat konsentrasi aset terdampar lebih awal. Bukan janji imbal hasil, dan bukan pengganti uji tuntas Anda.

💸
Risiko stranded asset yang tak terdeteksi

saham/obligasi karbon-intensif yang valuasinya rentan anjlok akibat pajak karbon, CBAM, dan risiko transisi

⚠️
Mandat yang hilang

investor institusi & asing menolak dana yang tidak dapat melaporkan emisi portofolio selaras IFRS S2

📉
Risiko greenwashing

klaim keberlanjutan tanpa data teraudit memicu sanksi regulator dan reputasi rusak

🔌
Pengumpulan data manual

mahal & tidak konsisten setiap kali klien atau regulator meminta pengungkapan emisi

Rancangan penerapan

Dari data operasi ke laporan yang jejaknya bisa ditelusuri.

Integrasikan holdings portofolio Anda ke Glyiv secara aman

daftar saham, obligasi, dan aset alternatif — tanpa mengekspos strategi investasi rahasia

Glyiv menghitung emisi portofolio

weighted average carbon intensity & financed emissions per emiten, sektor, dan dana — mengikuti kerangka PCAF & IFRS S2

Dapatkan draf pengungkapan

disusun mengikuti kerangka IFRS S2 dan POJK 51, plus penanda risiko transisi per posisi — format dan cakupannya masih dalam pengembangan

Pakai untuk keputusan

rebalancing berbasis karbon, produk investasi hijau, dan kontribusi lewat offset pohon tertokenisasi (ERC-3643) — registri & sertifikasi masih peta jalan

Konteks regulasi

Global: IFRS S2 (ISSB) berlaku untuk periode pelaporan mulai 1 Januari 2024 dan mewajibkan pengungkapan emisi Scope 3 Kategori 15 (financed emissions) — untuk manajer aset ini mencakup emisi yang diatribusikan ke aset yang dikelola (AUM); sekitar 40 yurisdiksi telah memulai langkah adopsi/penyelarasan. Metodologi PCAF menjadi acuan pengukuran portfolio emissions. Indonesia: OJK melalui POJK No. 51/POJK.03/2017 mewajibkan pelaku jasa keuangan menerapkan Keuangan Berkelanjutan & Laporan Keberlanjutan, dengan penyelarasan berjalan menuju standar ISSB IFRS S1/S2; TKBI menjadi acuan taksonomi hijau. Glyiv menyelaraskan metodologi dengan standar global (GHG Protocol/ISO 14064) — dirinci dalam whitepaper rahasia kami.

Angka yang penting
1 Jan 2024
IFRS S2 mulai berlaku, mewajibkan pengungkapan emisi Scope 3 Kategori 15 (financed/portfolio emissions) termasuk emisi atas aset yang dikelola
IFRS Foundation / ISSB
±40
yurisdiksi di dunia telah memulai langkah formal mengadopsi atau menyelaraskan standar ISSB (IFRS S1/S2)
IFRS Foundation, 2025
908.000+ ton
CO2e diperdagangkan di Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) dengan nilai kumulatif Rp50,64 miliar hingga akhir 2024 — pasar offset domestik yang mulai terbentuk
IDXCarbon / OJK, 2024
Mulai

Siap melacak karbon dana kelolaan Anda?

Modul manajemen aset masih tahap rancangan — kami membuka percakapan dengan calon mitra uji coba. Minta demo yang disesuaikan, atau whitepaper metodologi di bawah NDA.

Jadwalkan Demo Lihat solusi industri lain
Coba sendiri

Kalkulator karbon · Agen AI · Offset

Estimasi interaktif untuk industri ini — ubah angka aktivitas, lihat hotspot emisi, rekomendasi Agen AI, dan skenario offset. Faktor emisi bersumber & bisa diklik.

Modul Carbon Intelligence Platform untuk manajer aset dirancang agar emisi di balik setiap saham dan obligasi kelolaan terlacak per emiten, sektor, dan dana. ⚠︎ Modul ini masih rancangan — belum dipakai menyusun pengungkapan dana mana pun.