GlyivEkosistem › Dompet

Glyiv Dompet

Dompet yang tahu bukan hanya berapa Anda bayar, tapi berapa yang bumi tanggung.

scroll
MASALAH

Kita membayar cepat, tanpa pernah tahu ongkos sesungguhnya

Pembayaran digital di Indonesia sudah mulus—satu pindai QRIS, selesai. Tapi di balik tiap transaksi ada emisi yang tak pernah muncul di struk. Selama jejak itu tidak tercatat, ia tetap tak kasat mata, dan yang tak terlacak mustahil dikelola.

MASALAH
PENDEKATAN GLYIV
PENDEKATAN GLYIV

Satu dompet untuk uang dan jejak karbonnya

Begini rancangannya. Glyiv Dompet menempelkan estimasi jejak karbon pada setiap pembayaran, otomatis, tanpa mengubah kebiasaan Anda. Kontribusi offset dan bukti aksi hijau Anda tersimpan sebagai aset hijau dalam custody yang bisa ditelusuri kapan saja—terlacak, bukan sekadar diklaim.

CARA KERJA

Dari transaksi ke faktor emisi, dari pola ke aksi

Setiap transaksi dipetakan ke faktor emisi lewat LCA berbasis aktivitas (ecoinvent, Poore & Nemecek 2018, Agribalyse, DEFRA, IPCC), dengan cadangan estimasi berbasis pengeluaran (EXIOBASE) saat rincian item belum lengkap. Lapisan AI agentic membaca pola belanja Anda, menandai kategori berjejak tinggi, lalu menyarankan langkah offset yang proporsional—sebuah kontribusi yang terlacak langkahnya, bukan klaim netral karbon.

CARA KERJA
MENGAPA GLYIV
MENGAPA GLYIV

Terlacak, jujur, dan dalam genggaman Anda

Kami tidak menjanjikan angka ajaib. Yang masih perlu diverifikasi kami tandai, standar yang kami pakai bisa dirujuk, dan kendali tetap di tangan Anda. Hidup hijau tak harus jadi beban tambahan—cukup lewat dompet yang sudah Anda pakai tiap hari.

Angka & bukti

Klik "sumber" pada tiap angka untuk melihat rujukannya. Sebagian angka ilustrasi; item ⚠︎ perlu diverifikasi.

~72%
emisi GRK global bersumber dari konsumsi rumah tangga (basis konsumsi, memperhitungkan rantai pasok)
Ivanova et al. 2016, Journal of Industrial Ecology
≈26%
emisi GRK global berasal dari sistem pangan—kategori belanja harian terbesar
Poore & Nemecek 2018, Science (via Our World in Data)
~96%
pengguna pembayaran digital Indonesia memakai e-wallet, Juni 2024 ⚠︎ (sumber berbayar, perlu verifikasi)
Statista — Digital payments in Indonesia
Cara kerja

Ukur → analisis agentic → offset.

Metodologi selaras standar & riset internasional (GHG Protocol, ecoinvent, Poore & Nemecek 2018, EXIOBASE).

01 · UKUR

1 · Petakan transaksi ke faktor emisi

Tiap pembayaran—QRIS, top up, transfer—dipetakan ke faktor emisi via LCA berbasis aktivitas (ecoinvent, Poore & Nemecek 2018, Agribalyse, DEFRA, IPCC), dengan fallback EEIO berbasis pengeluaran (EXIOBASE) saat rincian item belum tersedia.

02 · AGEN AI

2 · Baca pola dengan AI agentic

Agen AI meringkas jejak per kategori, menandai belanja berjejak tinggi, dan menjelaskan penyebabnya dalam bahasa yang bisa langsung Anda tindak lanjuti—bukan sekadar deretan angka.

03 · TELUSUR

3 · Sarankan aksi & offset proporsional

Berdasarkan pola Anda, dompet menyarankan langkah pengurangan dan opsi kontribusi offset yang sepadan dengan jejak—transparan soal sumber proyek dan jujur soal status verifikasinya (⚠︎ bila belum tersertifikasi).

04 · OFFSET

4 · Simpan sebagai aset hijau di custody

Kontribusi offset dan bukti aksi tersimpan sebagai aset hijau dalam dompet custody yang bisa Anda telusuri kapan saja—jejak kontribusi yang terlacak, bukan klaim netral karbon.

Mulai

Glyiv Dompet

Lihat pratinjaunya: seperti apa rasanya bila jejak karbon muncul di balik tiap transaksi, tepat di dompet yang Anda pakai tiap hari.

Coba pratinjaunya →← Semua business tree

⚠︎ Cabang ini masih rancangan — belum berjalan dan belum terdaftar sebagai penyelenggara uang elektronik. Yang kami tuju: top up, bayar, dan simpan seperti biasa, sambil mencatat estimasi jejak karbon di balik tiap transaksi.